Senin, 29 November 2010

#3

Lanjutan #2

“hei neng geulis, kok ngelamun, loh loh kok nangis” Putri mengagetkanku dari lamunan, ternyata sejak tadi pikiranku sedang tak disini .

“eh iya”aku mencoba menetralkan hatiku. Buru-buru aku mengelap airmataku yang tak terasa jatuh .

“diapain sama Abi?ngebut ya dia?”Putri khawatir karena aku tadi menangis .

“gak apa-apa kok put, kelilipan mungkin tadi dijalan, kacanya gak aku tutup.hehe” semoga saja uti tak menanyakan lebih panjang lagi

“oh, yaudah atuh kita masuk sekarang”ajaknya .
Aku hanya mengangguk. Kuberikan helm pada Abi. Dan kami berjalan bersamaan menuju pintu masuk Cool Books .
Ternyata disini sudah ramai, bagus anak muda zaman sekarang sudah banyak yang menyadari pentingnya membaca . apalagi  hari ini sabtu, weekend. Jadi banyak muda – mudi juga hangout disini .

Cool Books, suatu nama tempat seperti toko buku kebanyakan, hanya saja disini juga disediakan cafe agar pengunjung dapat lebih nyaman membaca sambil meminum minuman dingin atau hanya sekedar duduk – duduk memakai fasilitas wifi gratis . banyak buku yang dijual disini, mulai dari dalam negeri, sampai luar negeri, translate dari bahasa asing juga ada . cukup lengkap untuk mahasiswa yang sedang mencari sumber untuk tugas – tugasnya .Apalagi disini tidak harus membeli, hanya meminjampun boleh.


“kita duduk disana aja ya, dekat jendela, viewnya bagus” Abi mengajak kami. Akhirnya ini orang berbicara juga, batinku


Kami pun duduk di meja yang memang disediakan untuk  4 orang . Benar yang Abi bilang, viewnya memang bagus, kita bisa melihat sebuah kolam ikan yang tak begitu besar, disana ada replika air terjunnya.

“mau pesen apa kalian?”tanya Alif kemudian

Aku melihat – lihat menu yang ada, ku bolak - balikkan menu mencari menu yang kira- kira akan aku makan,”mm. Coklat strawberry aja kali ya” ucapku bersamaan dengan Abi. Putri yang usil bercie-cie,”apa sih kamu put”

“gak kenapa-kenapa, Cuma dari awal aja kayaknya udah cocok nih, pesen minum sama .hehe”putri kena getok Abi

“hus, jangan nebak – nebak kaya dukun”kata Abi kemudian

Aku dan Alif hanya senyum-senyum melihat kedua sepupu itu .

“terus makannya apa?”tanya Alif lagi

Aku yang memang sudah makan siang semur ayam hasil kreasi Eka tak mungkin bila memesan makanan berat  lagi ,”roti merahjambu aja deh” lagi – lagi berbarengan dengan jawaban Abi

“lagi, lagi, aku jadi ingat Iqbal” ucapku dalam hati
“tuh kaan, kalian emang cocok. Kloop, mulai dari makanan minuman juga sama  cieeeeee”. Lagi – lagi Putri berkomentar, belum sempat kena getok Abi yang kedua kali ia menghindar .

Lagi – lagi aku dan Alif hanya tersenyum-senyum melihatnya .

Aku sampai dirumah ba’da ashar. Hanya sebentar di Cool Books, berkenalan dengan Abi, makan dan membeli beberapa buku yang memang aku inginkan . aku diantar pulang mereka bertiga sampai depan koskosan .

Eka yang sedang ada di halaman mencabuti rumput datang menghampiri kami .

“sudah pulang, kok cepat sekali ?”tanyanya

“iya ka, soalnya aku takut bawa Amira kelamaan bareng sama Abi nanti makin kesengsem si Abi sama Amiranya, begitu juga sebaliknya.hehe”

“ah, dasar kamu aya-aya wae put”kulihat Eka melihat Abi dengan seksama, sepertinya dia sedang mengingat sesuatu,”Abimanyu putra Anwar?”tanyanya pada Abi

“iya”,jawabnya sambil tersenyum,”apa kabar ka ?”Abi menanyakan kabar pada Eka

“Alhamdulillah, ya ampun sudah lama gak ketemu ternyata kamu temennya Putri?”,masih kaget

“yee, bukan temen tau ka, dia itu sepupu aku”bantahnya

“oalah, ternyata dunia sempit”

Aku berpamitan terlebih dahulu kedalam untuk menunaikan solat ashar sementara mereka masih ngobrol di halaman depan .


Kubuka jilbabku. Kubasuh mukaku dengan air wudhu, sangat menyegarkan . selesai wudhu aku pun solat terlebih dahulu .kuberdoa semoga Allah memaafkanku karena telah pergi dengan lelaki yang bukan mahramku. semenjak memulai memakai jilbab aku menjadi semakin takut bila berhadapan dengan lelaki, aku takut akan menyayangi laki-laki tersebut. Memang menyayangi itu fitrah manusia yang tak bisa ditolak lagi, namun aku tak ingin Allah memurkaiku . dan baru saja aku pergi barsama dengan orang yang baru kukenal.


Lagi-lagi aku teringat Iqbal, tak lupa kudoakan agar ia bahagia di alam sana. Air mataku mulai membasahi mukenah yang kupakai ketika Eka masuk ke kamar.


“neng geulis, kunaon?”Eka mungkin bingung melihatku tiba-tiba menangis tak seperti biasanya .”kunaon?cerita atuh?”

“gak apa – apa ka”jawabku, aku tahu Eka tak puas dengan jawaban gak apa –apa ku”Cuma ngerasa ada yang salah aja”lanjutku

“apanya yang salah?cerita atuh kalau gak keberatan mah, biar plong.hehe”dia mulai memancingku untuk bercerita

“salah gak sih ka tadi aku pergi?sebenernya perempuan berkerudung boleh gak boncengan sama laki-laki yang bukan mahramnya?aku ngerasa berdosa ka?hiks.hiks”aku mulai bercerita padanya

Eka pun menjelaskan semuanya,”selama kamu gak ngapa-ngapain dan memang gak punya niat untuk ngapa-ngapain ya gak dosa,geulis. Coba sekarang aku tanya, perempuan berkerudung boleh gak naik ojek?apa mereka berdosa dibonceng tukang ojek?hehe”lagi-lagi Eka mencoba membuatku tertawa, setidaknya tersenyum,” gak kan ?nanti kalau dosa berarti ada larangan untuk para wanita berkerudung untuk naik ojek dong.”lanjutnya

“tapi ini kan beda ka, Abi itu bukan tukang ojek, dia sepupu Putri, dan aku kenapa mau ya diajak kenalan sama sepupunya itu”

“lohlohloh, gak ada salahnya kan berkenalan?buat menyambung tali silaturrahmi, dengan kamu kenalan sama Abi juga aku jadi ketemu teman lama, eneng”.

“Kamu kenal Abi sebelumnya?”aku mulai penasaran

“iya, dia itu satu SMA sama aku, ketua umum rohis, pintar mengaji saleh pula. Banyak dulu di sekolah yang suka sama dia.”Eka menceritakan siapa Abi

“termasuk kamu, ka?”tanyaku penasaran penasaran

“aku?maksudmu aku suka sama Abi? Gak kok sayang, bagiku cukuplah cinta Allah kepadaku hingga nanti ada yang benar-benar menjadi imam bagiku dan anak-anakku Mira”

“oh”

“dan aku juga bingung kenapa sekarang Abi jadi agresif?berkenalan dengan perempuan lebih dahulu dan mau membonceng perempuan?”

“loh memang dulu gimana?”makin penasaran

“hayoo, kamu penasaran ya. Abi dulu hanya mau membonceng perempuan yang benar-benar butuh bantuannya, bukan sekedar ingin pergi bersamanya. Setahu aku dia itu tak ingin pacaran, dia bilang ingin taaruf dan menikah, apa mungkin dia sedang bertaaruf denganmu Mira?”Eka berkata seperti sedang menebak teka-teki yang amat sulit .

“entahlah, hayulah ka, sudah azan magrib, kita solat berjamaah dulu”

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dilain tempat


“gimana Bi?jadi ketemu Amira?” Bunda Abi bertanya ketika selesai makan malam

“jadi,bun. Bunda tahu dari siapa aku ketemu Amira?”

“siapa lagi coba. Ya Putri lah.hehe. gimana orangnya ?cantik pasti ya” bundanya penasaran

“cantik relatif bun, yang penting solehah”jawab Abi sambil senyam-senyum

“ah kamu, udah kaya mau cari istri aja”Ayah Abi ikutan nimbrung

“iya nih,gimana orangnya ?kata Putri Amira cantik, putih bersih dan pakai jilbab pula”

“iya”

“loh kok Cuma iya?”bundanya makin penasaran

“terus Abi jawab apa dong bun?”Abi malah tanya balik’

“ih kamu, ditanya balik tanya. Mau kamu bawa kemana si Amira?”

“gak kemana-mana kok bun. Aku Cuma sekedar berkenalan sama dia, menambah teman, mungkin benar kata ayah, mau aku jadiin istri.hehe”

“hush. Kamu belum bekerja sudah mikirin punya istri. Kuliah dulu sampai selesai, kerja atau buka lapangan kerja baru menikah Bi”,nasihat Ayah

“iya ayah, lagian Ayah sama Bunda interogasinya sampai segitunya”

“Bunda penasaran soalnya Bi. Kapan-kapan bawa kesini ya. Bunda mau kenalan.”pintanya

“insya Allah”

“hati-hati. Insya Allahmu akan ditagih loh Bi.” Ayah mengingatkan

“Iya yah”

Hari ini memang terasa menyenangkan ya Allah, aku bertemu dengan hambamu yang lain.
Aku memang berharap banyak darinya .Aku tak  hanya ingin mengenalnya sebagai sahabat dari sepupuku .
Tuntunlah hamba agar hamba tak keluar batas .AMIN

*to be continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar