Senin, 29 November 2010
aku dan mamah
membeli surga ?bisakah ?
#3
“eh iya”aku mencoba menetralkan hatiku. Buru-buru aku mengelap airmataku yang tak terasa jatuh .
“diapain sama Abi?ngebut ya dia?”Putri khawatir karena aku tadi menangis .
“gak apa-apa kok put, kelilipan mungkin tadi dijalan, kacanya gak aku tutup.hehe” semoga saja uti tak menanyakan lebih panjang lagi
“oh, yaudah atuh kita masuk sekarang”ajaknya .
Aku hanya mengangguk. Kuberikan helm pada Abi. Dan kami berjalan bersamaan menuju pintu masuk Cool Books .
“kita duduk disana aja ya, dekat jendela, viewnya bagus” Abi mengajak kami. Akhirnya ini orang berbicara juga, batinku
Kami pun duduk di meja yang memang disediakan untuk 4 orang . Benar yang Abi bilang, viewnya memang bagus, kita bisa melihat sebuah kolam ikan yang tak begitu besar, disana ada replika air terjunnya.
“mau pesen apa kalian?”tanya Alif kemudian
Aku melihat – lihat menu yang ada, ku bolak - balikkan menu mencari menu yang kira- kira akan aku makan,”mm. Coklat strawberry aja kali ya” ucapku bersamaan dengan Abi. Putri yang usil bercie-cie,”apa sih kamu put”
“gak kenapa-kenapa, Cuma dari awal aja kayaknya udah cocok nih, pesen minum sama .hehe”putri kena getok Abi
“hus, jangan nebak – nebak kaya dukun”kata Abi kemudian
Aku dan Alif hanya senyum-senyum melihat kedua sepupu itu .
“terus makannya apa?”tanya Alif lagi
Aku yang memang sudah makan siang semur ayam hasil kreasi Eka tak mungkin bila memesan makanan berat lagi ,”roti merahjambu aja deh” lagi – lagi berbarengan dengan jawaban Abi
“lagi, lagi, aku jadi ingat Iqbal” ucapku dalam hati
Lagi – lagi aku dan Alif hanya tersenyum-senyum melihatnya .
Aku sampai dirumah ba’da ashar. Hanya sebentar di Cool Books, berkenalan dengan Abi, makan dan membeli beberapa buku yang memang aku inginkan . aku diantar pulang mereka bertiga sampai depan koskosan .
Eka yang sedang ada di halaman mencabuti rumput datang menghampiri kami .
“sudah pulang, kok cepat sekali ?”tanyanya
“iya ka, soalnya aku takut bawa Amira kelamaan bareng sama Abi nanti makin kesengsem si Abi sama Amiranya, begitu juga sebaliknya.hehe”
“ah, dasar kamu aya-aya wae put”kulihat Eka melihat Abi dengan seksama, sepertinya dia sedang mengingat sesuatu,”Abimanyu putra Anwar?”tanyanya pada Abi
“iya”,jawabnya sambil tersenyum,”apa kabar ka ?”Abi menanyakan kabar pada Eka
“Alhamdulillah, ya ampun sudah lama gak ketemu ternyata kamu temennya Putri?”,masih kaget
“yee, bukan temen tau ka, dia itu sepupu aku”bantahnya
“oalah, ternyata dunia sempit”
Aku berpamitan terlebih dahulu kedalam untuk menunaikan solat ashar sementara mereka masih ngobrol di halaman depan .
Kubuka jilbabku. Kubasuh mukaku dengan air wudhu, sangat menyegarkan . selesai wudhu aku pun solat terlebih dahulu .kuberdoa semoga Allah memaafkanku karena telah pergi dengan lelaki yang bukan mahramku. semenjak memulai memakai jilbab aku menjadi semakin takut bila berhadapan dengan lelaki, aku takut akan menyayangi laki-laki tersebut. Memang menyayangi itu fitrah manusia yang tak bisa ditolak lagi, namun aku tak ingin Allah memurkaiku . dan baru saja aku pergi barsama dengan orang yang baru kukenal.
Lagi-lagi aku teringat Iqbal, tak lupa kudoakan agar ia bahagia di alam sana. Air mataku mulai membasahi mukenah yang kupakai ketika Eka masuk ke kamar.
“neng geulis, kunaon?”Eka mungkin bingung melihatku tiba-tiba menangis tak seperti biasanya .”kunaon?cerita atuh?”
“gak apa – apa ka”jawabku, aku tahu Eka tak puas dengan jawaban gak apa –apa ku”Cuma ngerasa ada yang salah aja”lanjutku
“apanya yang salah?cerita atuh kalau gak keberatan mah, biar plong.hehe”dia mulai memancingku untuk bercerita
“salah gak sih ka tadi aku pergi?sebenernya perempuan berkerudung boleh gak boncengan sama laki-laki yang bukan mahramnya?aku ngerasa berdosa ka?hiks.hiks”aku mulai bercerita padanya
Eka pun menjelaskan semuanya,”selama kamu gak ngapa-ngapain dan memang gak punya niat untuk ngapa-ngapain ya gak dosa,geulis. Coba sekarang aku tanya, perempuan berkerudung boleh gak naik ojek?apa mereka berdosa dibonceng tukang ojek?hehe”lagi-lagi Eka mencoba membuatku tertawa, setidaknya tersenyum,” gak kan ?nanti kalau dosa berarti ada larangan untuk para wanita berkerudung untuk naik ojek dong.”lanjutnya
“tapi ini kan beda ka, Abi itu bukan tukang ojek, dia sepupu Putri, dan aku kenapa mau ya diajak kenalan sama sepupunya itu”
“lohlohloh, gak ada salahnya kan berkenalan?buat menyambung tali silaturrahmi, dengan kamu kenalan sama Abi juga aku jadi ketemu teman lama, eneng”.
“Kamu kenal Abi sebelumnya?”aku mulai penasaran
“iya, dia itu satu SMA sama aku, ketua umum rohis, pintar mengaji saleh pula. Banyak dulu di sekolah yang suka sama dia.”Eka menceritakan siapa Abi
“termasuk kamu, ka?”tanyaku penasaran penasaran
“aku?maksudmu aku suka sama Abi? Gak kok sayang, bagiku cukuplah cinta Allah kepadaku hingga nanti ada yang benar-benar menjadi imam bagiku dan anak-anakku Mira”
“oh”
“dan aku juga bingung kenapa sekarang Abi jadi agresif?berkenalan dengan perempuan lebih dahulu dan mau membonceng perempuan?”
“loh memang dulu gimana?”makin penasaran
“hayoo, kamu penasaran ya. Abi dulu hanya mau membonceng perempuan yang benar-benar butuh bantuannya, bukan sekedar ingin pergi bersamanya. Setahu aku dia itu tak ingin pacaran, dia bilang ingin taaruf dan menikah, apa mungkin dia sedang bertaaruf denganmu Mira?”Eka berkata seperti sedang menebak teka-teki yang amat sulit .
“entahlah, hayulah ka, sudah azan magrib, kita solat berjamaah dulu”
“gimana Bi?jadi ketemu Amira?” Bunda Abi bertanya ketika selesai makan malam
“jadi,bun. Bunda tahu dari siapa aku ketemu Amira?”
“siapa lagi coba. Ya Putri lah.hehe. gimana orangnya ?cantik pasti ya” bundanya penasaran
“cantik relatif bun, yang penting solehah”jawab Abi sambil senyam-senyum
“ah kamu, udah kaya mau cari istri aja”Ayah Abi ikutan nimbrung
“iya nih,gimana orangnya ?kata Putri Amira cantik, putih bersih dan pakai jilbab pula”
“iya”
“loh kok Cuma iya?”bundanya makin penasaran
“terus Abi jawab apa dong bun?”Abi malah tanya balik’
“ih kamu, ditanya balik tanya. Mau kamu bawa kemana si Amira?”
“gak kemana-mana kok bun. Aku Cuma sekedar berkenalan sama dia, menambah teman, mungkin benar kata ayah, mau aku jadiin istri.hehe”
“hush. Kamu belum bekerja sudah mikirin punya istri. Kuliah dulu sampai selesai, kerja atau buka lapangan kerja baru menikah Bi”,nasihat Ayah
“iya ayah, lagian Ayah sama Bunda interogasinya sampai segitunya”
“Bunda penasaran soalnya Bi. Kapan-kapan bawa kesini ya. Bunda mau kenalan.”pintanya
“insya Allah”
“hati-hati. Insya Allahmu akan ditagih loh Bi.” Ayah mengingatkan
“Iya yah”
Minggu, 28 November 2010
Tugas tugas, maybe tugas terakhir komputer nih
Kamis, 25 November 2010
First time
Selasa, 23 November 2010
Dang shin eun, ost princess hours
Nan papoyeosseottjyo naega paboyeosseojyo
hoohwehaedo neujeottjyo aljyo toreek'eel soon eopjyo
keudael pol soo eopseoyo nado algo eesseoyo
naega jeongmal jalmot'aesseoyo jeongmal meeanhaeyo
euddaen yaegeehaje mot'aettjyo neomoo eoreeseogeottjyo
eejewaseo eereok'e aet'aeoomyeo nan yongseoreul peereoyo
Tangsheeneun naneun paboeemneeda jajonsheem ddaemoone
megiun uga guineirume ahgashinumejo
tangsheeneun naneun paboeemneeda
ajeek saranghagee-e haroo jongeel p'eong p'eong oolgoman eettjyo
keudaedo nado modoo pabocheoreom
Keureojeen marayo tashee saenggak'aebwayo
ooree eoddeok'e yeogeekkajee heemdeulge wattneunde
tashee saenggak'aebwayo hoohwehashelkkeoyeyo
naega jeongmal jalmot'aesseoyo jeongmal meeanhaeyo
keuddaen yaegeehajee mot'aettjyo neomoo eoreeseogettjyo
eeje waseo eereok'e aet'aeoomyeo nan yongseoreul peereoyo
Tangsheeneun naneun paboeemneeda jajonsheem ddaemoone
megiun uga guineirume ahgashinumejo
tangsheeneun naneun paboeemneeda
ajeek saranghagee-e haroo jongeel p'eong p'eong oolgoman eettjyo
keudaedo nado modoo pabocheoreom
Keudae eopsheen na hansoongando sal soo eopseoyo
taereel jallado sooreul mashyeodo noonmoolman heureujyo
Tangsheeneun naneun paboeemneeda jajonsheem ddaemoone
megiun uga guineirume ahgashinumejo
tangsheeneun naneun paboeemneeda
ajeek saranghagee-e haroo jongeel p'eong p'eong oolgoman eettjyo
keudaedo nado modoo pabocheoreom
Eeje teo eesang manggajeejee mayo......
Senin, 22 November 2010
*garuk-garuk-kepala*
Sabtu, 20 November 2010
Profil hari ini
Masriyah, AM. Kebsabtu ini
Kamis, 18 November 2010
buat teman dunimaya si abang
ngapain dulu yaa ?
#2
Etika profesi, aku pusinggg
soal dari bu herlina :
1. isi dari UU NO.23 Tahun 2002
gue jawabnya dari ujung ke ujung yang gue inget, mulai dari tentang aborsi yang ada di pasal 15 ayat 1,2,3 . tentang adopsi, yang setau gue padahal ada di PP NO.54 tahun 2007, tentang bayi tabung di pasal 16 ayat 1,2,3 , pengertian tenaga kerja, hak-hak wanita yang lagi hamil, yang lagi haid, ah pokoknya yang ada di pikiran gue .
2. faktor yang mempengaruhi nilai, eksternal dan internal, jelaskan nilai tersebut !
faktor eksternal : HOBI, Hubungan sosial, Orang tua, Budaya, Informasi
faktor internal : fisik, psikologis, sosial
Nilai : pandangan tentang apa yang boleh dan tidak dilakukan, apa yang diinginkan atau yang tidak diinginkan, dan apa yang berharga dan tak berharga .
*oke finally bu helina selesai dan masih ada soal dari bu mumun, bu isroni, dan bu marwati yang beranak pinak.
itu gue jawab seinget doang .
sekarang tinggal banyak - banyak berdoa biar hasil karangan gue yang dengan mengumpulkan serpihan - serpihan materi yang nyangkut di otak dapet nilai bagus. setidaknya B .haha ngareppp
Senin, 15 November 2010
#1
“hey Amira, mau aku kenalin sama temen aku gak ?” tiba – tiba saja Putri menanyakan hal itu padaku
“siapa?”aku hanya menjawab sekenanya, memang sih aku sedang tidak punya pacar, dan aku memang sedang tak memiliki hasrat untuk memiliki pacar. Aku malu pada jilbab yang aku kenakan beberapa bulan ini.
“ada, temen aku, besok aku suruh dia ketemu sama kamu”ucapnya kemudian lalu pergi meninggalkan aku yang belum sempat untuk mengatakan setuju atau tidak .
“hmm..aku tak tahu siapa lelaki itu, siapa dia, orangnya bagaimana,apa dia tak tahu akalau aku sedang ingin konsen kuliah ,hemm dasar Putri”
Sabtu siang
“Amira!” suara dari luar memanggil namaku, ya itu suara Putri
“cepatlah ganti bajumu, dia sudah datang” ucapnya kemudian
Aku didalam masih sibuk memakai baju yang biasa aku pakai, tak ada yang spesial pada penampilanku hari ini, hanya dengan baju gamis yang sudah biasa aku pakai. Temanku, Eka teman sekamar kosku membantuku untuk memakai jilbab (penutup kepala yang belakangan ini aku pakai, “untuk menutup aurat, agar perempuan lebih terhormat dan dihargai, selain itu juga itu kewajiban,Mira” kata Eka waktu aku tanya untuk apa dia memakai kerudung).
“aku jago loh pakein kamu kerudung kalo pakai daleman, kamu kan gak bisa tuh.hehe”si Eka promosi,akupun diam saja saat dia menata jilbab putihku itu.
Maklum, aku belum terlalu fasih untuk memakai jilbab, apalagi bila memakainya dengan daleman, aku suka pusing soalnya. Lain lagi dengan Eka yang memang sudah cukup lama istiqomah untuk memakai jilbab. Aku belajar banyak darinya .
“nah, udah deh, kan cantik begini” ucapnya sambil mengomentari hasil karyanya. Jilbabku hanya di beri bros kupu – kupu berwarna silver di sisi kanan.
Aku hanya tersenyum melihat mimik puas Eka akan hasil karyanya,”terimakasih ya” ucapku kemudian
“iya geulis, udah sana cepat keluar, sudah ditunggu kan sama temannya Putri”. Dia menyuruhku untuk cepat – cepat keluar dari kamar, namun aku urung, sungguh aku deg-degan. Aku masih malu untuk bertemu dan pergi dengan lelaki saat aku mengenakan jilbabku ini .
Eka tak melarangku untuk pergi dengan teman Putri, padahal aku tahu dia was-was bila aku pergi dengan lelaki. Dia hanya menasehati ketika aku bercerita kemarin, “jangan macem-macem aja ya,geulis. Banyak setan berkeliaran dalam wujud manusia sekarang.hehe” itu nasihatnya yang disertai dengan candaan .
“nanti saja lah ka, biar dia menunggu sebentar lagi”kataku. Aku masih ingin mendengar nasihat Eka sebelum aku pergi.
“hey, anak cantik gak boleh begitu, gak baik membiarkan orang lain menunggu lama untuk kita. Sudah sana cepat keluar, hati – hati, pulangnya jangan kesorean ya biar bisa solat maghrib berjamaah”pesannya, tak lupa kucium pipi kiri dan kananya saat pamitan
Kubuka pintu kamar kosku, kulihat disana sudah ada Putri bersama dengan dua orang lelaki . satunya aku tahu itu pacar Putri, namun yang satu aku tak tahu .
“hayo atuh neng, lama pisan, sampe lumutan ini nungguin kamunya si Abi teh” mulai si Putri nyerocos dengan logat sunda dan bahasa sunda yang sedikit demi sedikit aku mengerti.
“iya maaf” lelaki yang tak aku kenal hanya melihatku, lalu menunduk . Aku berusaha menahan pandanganku,”kalau bertemu lelaki yang bukan mahrammu tundukanlah pandanganmu, itu lebih baik buatmu neng, menahan syahwat, biarr gak zina mata juga.hehe” lagi-lagi aku teringat perkataan Eka.
“ini neng, namanya Abi, dia sepupu aku. Tinggalnya gak jauh kok dari rumah aku, Cuma beda beberapa blok doang” tetap, yang namanya putri selalu saja nyerocos bila berbicara
Aku hanya mengangguk-angguk mendengar Putri berbicara memperkenalkan sepupunya itu .Abi tersenyum sambil mengucapkan “Abi” namun ia tak mengulurkan tangannya . aku juga hanya menjawab “Mira” serta dengan anggukan.
“udah atuh yuk kita perginya sekarang aja, nanti kesorean,kalo kesoean kamu dicariin sama Eka” ucap Putri memecah ketegangan yang aku rasakan .
“lho, memang kita mau kemana?”jujur aku tak tahu mau kemana, pasalnya Uti (panggilan Putri) tak memberi tahu aku mau kemana sebelumnya, dia kan hanya bilang kalau mau mengenalkan aku dengan temannya .
“ke cool books, sayang” jawabnya kemudian
“oh”
“kamu dibonceng sama Abi ya geulis, tenang dia punya SIM, STNK,kok, jadi tenang wae lah dibonceng dia mah. Aman suraman .hehe” katanya kemudian yang langsung saja naik ke motor Alif, pacanya.
“ayo Amira,”ajak Abi sambil menyodorkan helm bercorak kupu – kupu. Aku memakainya dan kemudian dengan segan duduk dibelakang Abi.
Sepanjang perjalanan ke cool books, aku hanya diam, Abi juga, mungkin Abi juga bingung mau bicara apa . lagipula kami sedang dijalan, memakai helm mana bisa berbicara dengan lancar.
Sungguh, bila aku tak ingat dengan jilbab yang aku pakai dan aku tak ingat aku sedang menuju istiqomah ke jalanNya, bisa – bisa sudah kupeluk Abi seperti pacarku yang dahulu .
*to be continued


























